G a l e r i

Pelantikan Pengurus HMI Cabang Kediri periode 2011-2012

G a l e r i

Raker Pengurs di Air Terjun Sedudo Nganjuk

G a l e r i

Wisuda Penguus HMI Cabang Kediri periode 2011-2012

G a l e r i

Kajian Rutin bersama alumni HMI

G a l e r i

Audiensi Pengurus HMI bersama Bupati Kediri

G a l e r i

Aksi Peringatan Hari Pancasila di gedung DPRD Kota Kediri

G a l e r i

Training of Trainers (TOT) NDP HMI Cabang kediri

G a l e r i

Kongres PB HMI XII Depok

G a l e r i

KONFERCAB XXX HMI Cabang Kediri

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Pelantikan HMI Komisariat Hasyim As'ary Tribakti Kediri

HMI, (News-Online) : Rabu 23 Mei 2012 diselenggarakan
Pelantikan HMI Komisariat Hasyim Asy’ari IAIT Kediri. Kegiatan tersebut
diadakan di Gedung Kilisuci Komplek Rumah Dinas Walikota Kediri. Acara
yang dimulai pukul 15.00 WIB itu dihadiri oleh pejabat Pemkot dan
sejumlah tokoh antara lain Agus Wahyudi (Sekretaris Daerah Kota Kediri),
Budi Siswanto (Asisten I Bidang Pembangunan Pemkot Kediri), DANDIM 0809
Kediri dan Ketua KAHMI Kediri Husni Syam.



Ketua Umum terpilih Chasbullah Kafabie
dalam sambutannya mengatakan “HMI akan bersinergis dengan Pemerintah
Kota Kediri dalam menciptakan Kediri yang lebih maju”. Pernyataan
Chasbullah itu ditanggapi dalam sambutan Sekda Kediri “ Pemerintah
Kediri akan mensuport selama HMI konsisten dalam melakukan
perubahan-perubahan kearah kemajuan di Kediri”.

DANDIM 0809 Kediri dalam sambutannya
memberikan semangat agar pengurus yang telah dilantik segera
merealisasikan program-program kerjanya. Hal senada dikatakan pula dalam
kemasan pantun oleh Ketua KAHMI Kediri, “Manuk glatik cucuke biru,
bubar dilantik ojo turu. Manuk glatik cucuke abang, bubar dilantik ayo
berjuang”, ujarnya. Sumber

Sekretariat HMI Cabang Kediri Digusur

HMI, (News-Online) : Sekretarian HMI Cabang Kediri di Perumahan Permata Hijau Blok Q2 di Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Rabu (18/04) siang digusur oleh Zainudin Dimyati selaku alumni dan yang mengaku mempunyai hak atas kepemilikan rumah tersebut. Penggusuran ini dilakukan mengingat rumah yang ditempati para pengurus HMI Cabang Kediri merupakan milik Yayasan Islam Dhoho 1 di era 80-an.



Tetapi karena yayasan itu sudah melakukan likuidasi pada tahun 2011 yang lalu, maka yayasan sepakat untuk menjual aset dan membagi hasil dari penjualan rumah itu. Para kader HMI tidak bisa berbuat banyak walaupun proses penggusuran ini sudah dimulai sejak tahun 2011 dan sempat menjadi pembahasan disetiap rapat pengurus sewaktu periode yang lalu, meski juga sebelumnya sempat melakukan unjuk rasa kepada beliau.


Miftah Farid, Formateur terpilih pada Konfercab XXX mengatakan, rumah tersebut bukan milik perseorangan, melainkan milik Yayasan,ini tidak benar, jika aset kekayaan dari yayasan dijual dan dibagi kecuali kembali ke negara dan atau ke umat seperti yang tertulis dalam Undang-undang.. wong aset milik yayasan kok mau dijual, ujarnya sambil menegaskan bahwa HMI Cabang Kediri adalah salah satu anggota dari Yayasan Dhoho 1 yang memiliki hak aset tersebut.


Sementara itu, Agus Pri Sukirno selaku kuasa hukum Zainudin Dimyati menghimbau, agar para aktivis HMI yang masih berada di rumah tersebut untuk segera pergi. Karena, batas waktu menghuni rumah tersebut hanya sampai Maret lalu dan kini sudah melebihi batas.


Lihat : Sumber

Kandidat Ketua Umum HMI Cabang Kediri mulai muncul

HMI, (News-Online) : Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kediri, pada tanggal 7 April 2012 akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab). Namun sebelum kegiatan digelar, tiga nama yang diusung sebagai bakal calon kandidat ketua, sudah bermunculan.

Mereka dari HMI Komisariat Jalaluddin al-Rumy, HMI Komisariat UNP Kediri, dan HMI Komisariat IAI Tribakti, Konfercab HMI Cabang Kediri yang rencana akan dihadiri oleh Wali Kota Kediri Samsul Ashar itu juga mengagendakan program kerja pengurus periode 2012-2013 yang akan dipilih, tata tertib pemilihan, serta laporan pertanggung jawaban M. Maghfuri yang saat ini masih menjabat Ketua HMI Cabang Kediri periode 2011-2012.

Dalam pemilihan ketua pada konfercab yang berlangsung 7-9 April di Gedung BKD Kota Kediri itu, dilaksanakan dengan sistem perwakilan utusan sebanyak 3 orang dan peninjau 2 orang dari enam komisariat yaitu: Komisariat Tarbiyah, Jalaluddin al-Rumy, UNP Kediri, IAIT, STITM, dan satu Komisariat Persiapan Avvichena. Komisariat penuh memiliki hak bicara dan suara sedangkan peninjau atau komisariat persiapan memiliki hak bicara. Total suara yang diperebutkan 18 suara, ujar Fakor, Ketua bidang aparatur organisasi HMI Cabang Kediri. (z/m)

Polisi Serbu Markas HMI Cilosari Jakarta



HMI, (News-Online) : Aksi Brimob yang represif dan menyerbu markas HMI Cilosari Jakarta sudah melampaui batas, apalagi mereka melakukan aniaya dan tindakan brutal yang mencederai berat para aktivis HMI dan mahasiswa Jabodetabek yang berdemo menolak kenaikan harga BBM. Menurut para aktivis HMI, ini harus dilawan dan digugat ke pengadilan agar polisi tahu diri dan tidak berani melanggar konstitusi lagi. ''Kalau perlu polisi Brimob itu diajukan semua ke pengadilan dan dicopot jika terlibat aniaya mahasiswa, mereka itu utang budi sama mahasiswa yang membuat Polri dan TNI dipisahkan secara kelembagaan,'' kata para aktivis HMI CIlosari, dengan dukungan moral  aktivis ITB 1977-78 Miming Abdurachim dan Bang Fredy, senior KAHMI.
Pada Kamis (15/3) dini hari. tiga orang mahasiswa HMI ditangkap di Sekretariat HMI dan diperiksa di Mapolsek Menteng. Ini baru pertama terjadi, sebab orde Baru saja tidak berani mengirm polisi menyerbu markas HMI Jakarta di Cilosari. Tindakan polisi yang ngawur itu mencoreng rezim SBY dan membuatnya jadi sasaran keras demo mahasiswa yang menolak Neoliberalisme dan naiknya BBM di tengah korupsi rezim SBY yang menggila.
Aksi biadab polisi itu membuat HMI seluruh cabang di Indonesia marah dan mendesak Kapolri memberi sanksi kepada kapolres  setempat yang membawahi kawasan CIlosari Jakarta itu, bahkan Kapolri terkena imbasnya didesak mundur oleh para aktivis mahasiswa yang kesal dan kecewa dengan tindakan biadab polisi.
Polisi sudah membantah terlibat pemukulan mahaiswa HMI di Cilosari dan aktivis mahasiswa lain yang tergabung dalam aksi Rabu kemarin, namun itu tak cukup dan tindakan itu hipokrit. Polisi harus bertanggung jawab, kata aktivis HMI. M Ridwan.
Selain melakukan pembubaran, polisi juga melakukan penangkapan atas tiga orang aktivis yang berdemo. Penangkapan itu terjadi di Sekretariat HMI.
Terkait dugaan tindak perusakan terhadap buku-buku di markas HMI Cilosari, polisi mengatakan kejadian itu sangat situasional. "Polisi melakukan hal tersebut lantaran situasi saat itu memaksa petugas melakukan tindakan tersebut."
Kalangan HMI sepakat akan menuntut ke pengadilan para polisi yang menganiaya mahasiswa di CIlosari, agar tak terulang lagi di masa datang(ac) lihat sumber

Isu Skandal Amoral Pimpinan PB HMI

HMI, (News-Online) : Adanya isu yang mengatakan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Noer Fajrieansyah menjalin hubungan amoral dengan Wasekjen Bidang Kewirausahaan PB HMI, Niskalawati ternyata hanyalah sebuah manuver politis yang dihembuskan oknum organisasi yang ingin membawa HMI dalam kepentingan politis.



Niskalawati yang selama ini memilih diam setelah merebaknya isu akhirnya angkat bicara. Ia membeberkan, hubungannya dengan Fajri, sapaan akrab Noer Fajrieansyah, selama ini tidak lebih sebatas sesama pengurus HMI.



"Saya mengenal jauh sebelum Fajri menjadi orang nomor satu HMI, saat acara Dies Natalis HMI ke 63 di Perpustakaan Nasional Salemba, Februari 2010 lalu," ungkapnya ditemui di Sekretariat PB HMI, Rabu (22/2/2012).



Niskalawati mengatakan, dari perkenalan itu terjalin hubungan pribadi yang lebih dekat hingga Fajri menjadi ketua umum PB HMI. Hubungan yang terjalin, katanya, masih dalam batas wajar dan tidak melebihi dari koridor-koridor yang dilarang norma agama dan sosial.



"Jika ada hubungan pribadi sesama pengurus HMI, itu tidak melanggar AD/ART," tutut Niskalawati.



Ironisnya, celah hubungan pribadi ini digunakan oknum organisasi yang ingin membawa HMI dalam kepentingan politis. Namun, karena Fajri telah komit untuk membawa HMI independen dan mandiri, salah satu jalannya adalah menjatuhkan kursi Fajri dari kursi ketua.



"Isu yang melibatkan saya dan Fajri tidak lebih upaya untuk menyingkirkan ketum dan menyeret HMI dalam kepentingan politik praktis," jelas Niskalawati.



Upaya membawa HMI dalam kepentingan politis yang dilakukan segelintir oknum organisasi diakui oleh Niskalawati tidak berhasil. Karenanya, ia berharap setelah adanya klarifikasi ini, isu yang ingin menghancurkan HMI dari dalam segera berakhir.



"Saya tegaskan, isu kasus amoral antara saya dengan ketua umum PB HMI yang kemudian berkembang bahwa saya pernah hamil dan kemudian aborsi itu tidak benar. Karena saya tidak pernah melakukan zina sebagaimana yang dituduhkan. Tuduhan itu semata-mata fitnah," tandasnya.



Niskalawati mengungkapkan alasan mengapapa baru berani angkat bicara setelah konflik amoral menyebar luas ke publik? Menurutnya, selama ini lebih memilih diam dan mencari tahu apakah benar ia yang digosipkan dengan Fajri.



"Masalahnya, berita yang disebar hanya lewat blog pribadi yang tidak jelas sumbernya. Namun, setelah banyak temen-teman yang menanyakan kebenaran kabar tersebut, dan beberapa media online menyebut nama saya, baru saya memberanikan diri angkat bicara," urainya.



Yang paling disesalkan Niskalawati adalah adanya oknum HMI yang langsung menyebarkan isu tanpa verifikasi di media. Begitupula, internal HMI tidak men-clear-kan isu tersebut melalui mekanisme rapat harian ataupun presisidium yang jelas-jelas setiap minggu diadakan di PB HMI untuk menepis isu ini.



Sementara itu, Sekjen PB HMI, Basri Dodo, mengatakan dengan adanya klarifikasi ini seluruh gerakan yang mengatasnamakan HMI diminta untuk tidak lagi memperkeruh suasana. Basdo, sapaan akrabnya memberi peringatan kepada oknum HMI untuk mentaati Konstitusi dengan tidak lagi memainkan isu yang jelas terbantahkan kebenarannya.



"Dengan adanya klarifikasi dari Saudari Niskala, berarti isu yang selama ini ada terkait ketum PB, jelas bohong dan fitnah. Karena itu saya meminta oknum-oknum ini menghentikan gerakan yang mengatasnamakan HMI," ujar Basdo.



Sedangkan, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten, Rudy Gani mengakui, banyaknya kepentingan politik yang ingin menarik HMI membuat situasi dan kondisi internal organisasi dihadang berbagai isu. Namun, hal itu justru membuat kader HMI, khususnya di cabang di wilayah Jabotabeka- Banten semakin solid. Salah satu Isu itu, lanjut Rudy, adalah tudingan skandal amoral Ketua Umum PB HMI dengan Niskalawati (Wasekjend Bidang Kewirausahaan PB HMI). http://www.tribunnews.com

2013 Pemkot Usulkan Rekrutmen 525 CPNS

 HMI, (News-Online) : Setelah mora­torium (penghentian sementara), 2013 pemkot sudah berencana melakukan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) lagi. Total jurnlah yang akan diusulkan mencapai 525 orang. Yang paling banyak adalah tenaga kesehatan sebanyak 178 orang. Lain, tenaga pendidikan (guru) 32 orang. Sisanya untuk menggantikan PNS yang pensiun sebanyak 290 orang dan PNS yang meninggal dunia 25 orang. 

Tentang banyaknya jumlah tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri Moh. Ivantoro mengatakan, sebelum Pemerintah Pusat memutuskan untuk melakukan moratorium rekrutmen CPNS hmgga 2012, pemkot sudah mengajukan kebutuhan formasi CPNS sebanyak 283 orang. Tetapi, setelah dilakukan analisa kebutuhan pegawai, temyata jumlahnya membengkak hampir dua kali lipat. "Terutama, jika memperhitungkan kebutuhan pegawai pada 2013 setelah moratorium dihentikan," 

Moch. Ivantoro menjelaskan, jumlah Itu antara lain dari banyaknya jumlah PNS yang pensiun. Tahun ini saja, jumlah mereka yang purna tugas mencapai 130 orang. Lalu, 2012 ada 160 orang yang menyusul. Sehingga, ada 290 kursi PNS yang harus diisi. Selain itu, hingga akhir September lain, ada 25 PNS yang meninggal dunia. Posisi mereka juga harus digantikan. "Jumlah ini saja sudah 315 orang," jelasnya. Adapun penambahan baru hanya untuk tenaga kesehatan sebanyak 178 orang dan tenaga pendidikan 32 orang. 

Untuk tenaga kesehatan ini, Ianjut Moch. Ivantoro, terdiri dari 55 orang untuk tenaga puskesmas dan rumah sakit serta 123 orang untuk puskesmas pembantu (pustu). Sementara, tambahan 32 pendidikan dibutuhkan untuk mengisi pos-pos guru mata pelajaran yang masih kosong. "Memang ada pos guru yang kelebihan, tapi untuk mata pelajaran tertentu masih kosong," lanjutnya. 

Moch. Ivantoro menjelaskan, di luar tenaga kesehatan dan pendidikan, kekurangan pegawai yang mencapai ratusan orang memang masih bisa disiasati dengan melakukan rotasi. Yaitu, pegawai yang berada disatuan kerja (satker) yang gemuk dipindahkan ke satker yang kekurangan pegawai. 

Sementara, untuk tenaga keseha­tan dan pendidikan, hal itu tidak bisa dilakukan. Sebab, mereka termasuk pegawai yang khusus dan membutuhkan keahlian khusus. Tidak bisa dialihkan ke sembarang tempat atau digantikan oleh sembarang orang. Sumber dari radar kediri

Rekrutmen PNS Kota Kediri 2012

HMI, (News-Online) : Meskipun PNS di lingkungan kerja Pemkot Kediri 2012, ada yang memasuki masa pensiun sebanyak 600 orang. Namun, Pemkot Kediri belum berencana melakukan test atau rekrutmen PNS pada tahun 2012 mendatang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dengan cara rangkap jabatan dan hal itu terkait juga dengan moratorium 2012 tentang tidak adanya pengangkatan PNS.
Kepala BKD Ivantoro membenarkan bahwa 2012 mendatang Pemkot Kediri tidak berencana rekrutmen PNS.Meskipun, sebenarnya diperlukan namun perlu pengkajian lebih mendalam lagi. Sebenamya, juga yang pal­ing dibutuhkan adalah Dinas Pendidikan dan Kesehatan karena di dua intansi ini butuh melayani masyarakat lebih intens.
" Kita masih kaji dulu lebih dalam lagi dan sejak adanya moratorium 2012 tersebut kita memang harus sangat jeli menyikapi adanya rekrutmen PNS di lingkungan Pemkot Kediri ini.Tentunya kita tindak ingin peristiwa yang lalu terulang kembali hingga banyak masalah dan banyak adanya korban," ujarnya.
Masih menurut Ivantoro, terkait dengan 600 orang PNS yang memasuki masa pensiun ini memang benar adanya pada tahun 2012 mendatang. Pihaknya mengakui, kalau jalan terbaik untuk memecahkan masalah adalah dengan adanya rangkap jabatan PNS Pemkot Kediri dimasing-masing SKPD.
"Kita coba memilih hal yang lebih arif karena hal ini adalah jalan terbaik. Namun kita juga perlu memahami ini sehingga PNS yang rangkap jabatan juga harus siap menerima beban kerja dengan cakupan kerja lebih luas dan besar." Imbuh Ivantoro di Balai Kota Kediri usai ikuti peringatan hari ibu.
Sumber dari memo kediri

Menyoal Peran Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP)

HMI, (News-Online) : Organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) idealnya menjadi wadah pembinaan calon pemimpin masa depan. Di OKP ini, pembinaan mental calon pemimpin mulai dilakukan. Tapi benarkah OKP telah memainkan peran penting itu. Ketua KNPI Kota Cilegon Hidayatullah mengaku organisasi yang dipimpinnya telah melaksanakan program sesuai porsinya yakni sebagai wadah organisasi kepemudaan tanpa menjadi alat politis pemerintah. Pembinaan-pembinaan terhadap anggota telah dilakukan untuk membina potensi kepemimpinan dalam tubuh pemuda. “Kalau banyak orang bilang organisasi kita sebagai alat politis pemerintah, kita menepis itu. Justru kita banyak membuat program untuk membina leadership anggota,” kata Hidayat.

Beberapa program pembinaan yang selama ini berjalan, kata Hidayat, antara lain bakti sosial, lomba karya tulis ilmiah, parade band, serta olahraga.

Ia tidak menyangkal jika organisasi yang dipimpinnya dekat dengan pemerintah. Namun, katanya, hal tersebut tidak menjadikan KNPI anti-kritik terhadap pemerintah. Justru, menurut Hidayat, jika ada anggota KNPI tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah tidak pernah mengekang melontarkan kritik.

“Kita sering satu persepsi dengan pemerintah, tapi tidak pernah mengekang soal kritikan-kritikan terhadap pemerintah. Tapi kita berusaha menyampaikan kritikan dengan gerakan yang santun dan intelektual,” katanya.

Di tubuh KNPI sendiri, ujar Hidayat, ada beberapa organisasi sayap atau underbow partai politik. Namun demikian, hal tidak menjadi permasalahan yang patut diperdebatkan selama para aktivis bisa memosisikan diri. “Yang terpenting semangat persatuan dan kesatuan selalu terjaga,” paparnya.

Menyoal sumber pendanaan organisasi, Hidayat tidak menampik sebagian besar bersumber dari pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban mengucurkan anggaran bagi organisasi kepemudaan. “Ini mengacu UU No 40/2009 tentang Kepemudaan, dimana pemuda memiliki hak untuk mendapatkan budget (anggaran-red) dari pemerintah,” jelasnya.

Ketua Karang Taruna Cilegon Arie Shelliawan Arif mengatakan, perlu mengembalikan peran pemuda agar bersifat kritis. “Karang Taruna sendiri berusaha membina kekritisan anggota melalui diklat,” ujarnya.

Jika Karang Taruna kerap dinilai mendukung pemerintah, Arie tidak membantah. Menurutnya, Karang Taruna didirikan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka mengentaskan permasalahan sosial. Ia mengakui jika setiap tahun mendapat anggaran dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos). “Pada 2010 kita terima Rp 29 juta, untuk 2011 anggaran tersebut naik menjadi Rp 115 juta,” katanya.

Ketua Karang Taruna Indonesia (KTI) Provinsi Banten Andika Hazrumy mengatakan, meski baru namun KTI Banten sukses menyelenggarakan event besar yakni Obor Nusantara. “Mungkin kegiatan Obor Nusantara ini kegiatan biasa tapi Banten menjadi penyelenggara terbaik yang diakui KTI pusat,” ujarnya.

Andika merencanakan menggerakkan pemuda dalam konteks peningkatan taraf perekonomian. Misalnya, kata dia, menyelenggarakan pelatihan wirausaha pemuda sseperti perbengkelan dan sablon. “Karang Taruna lebih konkret mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.

Di tempat berbeda Ketua KNPI Banten Eten Hilman menolak anggapan KNPI menjadi mesin politik tertentu. Eten mengatakan, organisasi kepemudaan seperti KNPI tidak mungkin menjadi mesin politik. “Tidak mungkin itu (mesin politik-red). Saya sebagai ketua KNPI kalau ingin menggalang dukungan untuk orang tertentu bisa-bisa saya dicopot oleh anggota. Kita tetap berpegang teguh pada asas independen dan terbuka,” ujar Eten saat ditemui di Rumah Makan Dilla, Kota Serang, Minggu (24/10).

Terkait kemungkinan KNPI tunduk pada Pemprov selaku pemberi anggaran melalui ABPD, Eten juga menampiknya. Menurut Eten, dana yang diberikan Pemprov melalui APBD sudah menjadi kewajiban. “Pemerintah daerah diwajibkan membina dan memfasilitasi organisasi yang melibatkan kepemudaan. Jadi itu sudah kewajiban, tanpa harus kita minta sudah menjadi amanat UU itu,” ungkapnya.

Eten mengatakan, KNPI tengah berkonsentrasi mengembangkan kreativitas dan semangat pemuda di Banten. Salah satunya dengan membuat program enam gerakan aksi pemuda yaitu sosialisasi HIV/AIDS, peduli pendidikan, kewirausahaan, sadar hukum, gerakan anti-narkoba, dan gerakan giat membaca. “Kita sudah lakukan itu sejak awal tahun. Termasuk membantu korban bencana alam. Namun tidak bisa dimungkiri, kita terbentur oleh dana,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua GP Ansor Provinsi Banten Lukman Hakim mengatakan, pembinaan kompetensi di masing-masing organisasi kepemudaan masih dilakukan secara personal belum massal. Padahal, pembinaan secara massal itulah yang bisa menjadi pemicu pemuda untuk lebih optimal. “Butuh kesadaran kolektif semua elemen pemuda dari lintas organisasi. Masalah pengangguran juga seharusnya pemuda turut memberikan kontribusi tapi faktanya justru pengangguran paling banyak pada kalangan pemuda,” katanya.

Sementara Ketua Pemuda Muhammadiyah Banten Tb Maman Suherman mengatakan, pemuda mulai kehilangan karakter karena pragmatisme dan hedonisme Barat. “Tak heran jika banyak organisasi kepemudaan tak lagi mementingkan idealisme. Akhirnya banyak demo bayaran untuk mengkritisi pemerintah,” ujar Maman, Jumat (22/10).

Menurut Maman, kondisi ini jauh berbeda dengan peran pemuda yang menjadi aktivis era 1990- an. “Sebut sajalah aktivis 1998, mereka idealis. Tapi berbeda saat ini, seperti yang saya katakan bahwa pragmatisme sudah masuk ke diri pemuda,” katanya.

Agar jiwa kritis para pemuda tetap tertanam, ujarnya, para pemuda sebaiknya mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi sehingga sikap kritis kembali timbul. “Melalui pembinaan pengkaderan dalam organisasi saya rasa bisa menumbuhkan pemuda yang kritis,” jelasnya.

Mengenai pandangan masyarakat bahwa OKP dijadikan alat politis oleh penguasa dan pemerintah menurut Maman anggapan itu sah-sah saja. Yang terpenting, katanya, organisasi kepemudaan bisa menghindari hal tersebut agar tidak terjebak dalam politik pragmatis. “Berpolitik boleh-boleh saja asal bisa menempatkan diri dan tidak mencampuradukan saat berada di organisasi dengan keberadaan di parpol,” ungkapnya. radarbanten.com

Penertiban PKL Di Barat Sungai Brantas

HMI, (News-Online) : Ratusan pedagn kaki lima (PKL) yang biasa mangkal dan memadati sepanjang jalan kota kediri rencananya akan ditertibkan.


Tehnnis penertiban ratusan PKL tersebut dengan memindahkan lokasi yang semula di seputaran jalan maupun di dekat tempat hiburan akan dijadikan menjadi satu lokasi. Wacana ini dimunculkan oleh komisi C DPRD Kota Kediri.


Sekretaris Komisi C DPRD Kota kediri Reza Darmawan mengatakan, keberadaan PKL di KotaKediri sudah terlihat semrawut sehingga perlu penataan ulang. Pihaknya mendesak kepada dinas terkait untuk segera menyusun strategi pemindahan lokasi.


Reza mengqaku, guna menarik perhatian konsumen, nantinya pemkot harus membuatkan strategi tertentu baik didirikan tempat rekreasi atau kegiatan lainnya.


Reza menambahkan pengalihan lahan PKL tersebut segala pendanaan penyediaan lahan harus difasilitasi oleh pemkot Kediri dan Para PKL dilarang dikenakan pungutan liar.


Reza menegaskan wacana ini sangatlah penting mengingat, kondisi PKL di Kota kediri sudah semakin semrawut.Pihaknya khawatir 10 tahun mendatang kota kediri sudah tidak terlihat Asri dan Indah. kedirijaya.com

Malam Tahun Baru Jalan Dhoho ditutup

HMI, (News-Online) : Malam tahun baru 2012 yang sudah diambang pintu ada beberapa ruas jalan di Kota Kediri yang dilakukan buka tutup pada jam-jam tertenlu. Seperti di Jalan Dhoho misalnya, seperti juga tahun lalu pada malam tahun baru ini akan ditutup pada jam 19.00-24.00, ini dilakukan, untuk menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan di satu titik.


Sementara Pemkot Kediri berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Kediri dan SatLantas Polres Kediri Kota untuk menata arus kendaraan yang melintas di Kota Kediri. Hal ini dilakukan agar arus kendaraan pada malam tahun baru bisa berjalan lancar dan kemacetan bisa dihindari. "Saya kira ini solusi yang kami cari, karena bagaimanapun malam tahun baru merupakan momen istimewa warga Kota Kediri untuk merayakan. Namun ada beberapa titik kemacetan yang mungkin terjadi seperti di Jembatan Bandar Ngalim, Sekartaji, Alun-alun dan Jembatan Lama," Jelasnya.


Masih menurut Hariadi, SH. MM warga yang merayakan pergantian tahun tidak saja warga Kota Kediri namun juga warga luar Kota Kediri yang mudik. Karena akhir Desember ini juga merupakan musim liburan sekolah sehingga besar kemungkinan warga akan tumpleg bleg di Kota Kediri.


"Sementara untuk kegiatan Walikota Kediri akan melakukan kunjungan langsung ke Posko Lalu lintas di tujuh titik yang tersebar di Kota Kediri sembari memberi bingkisan kepada petugas kepolisian. Di Balai Kota Kediri akan digelar pesta seni dan kembang api menyambut tahun baru ini," imbuhnya.


sumber dari memo Kediri

Menyambut Hari Raya Idul Fitri

HMI, (News-Online) : Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar,Sp.PD tidak hanya mengajak anak-anak yatim piatu di wilayah Kota Kediri berbelanja menyambut lebaran. Namun, penghuni panti jompo, tuna netra dan panti asuhan di Kota Kediri juga diberikan bantuan berupa uang untuk meringankan beban dalam merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1432 H. Pemberian bantuan dilaksanakan pada hari Rabu bulan lalu (28 Agustus 2011) di Ruang Sri Aji Jayabaya Balai Kota Kediri. “Kami ingin membantu panti asuhan, panti jompo dan penderita tunanetra di Kota Kediri. Kami berharap dengan sedikit bantuan tersebut bisa meringankan beban mereka. Sehingga di lebaran nanti mereka bisa merayakan dengan hati bahagia. Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama,” ujar Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar,Sp.PD.


Walikota Kediri mengatakan kalau pemberian bantuan kepada panti asuhan dan panti jompo menjadi agenda rutin. Karena dua lembaga tersebut sangat membantu Pemerintah Kota Kediri. “Masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak. Jadi kita harus memberi perhatian kepada anak-anak panti asuhan. Selain itu, dalam setiap hari besar keagamaan Pemerintah Kota Kediri juga memberikan bantuan kepada panti asuhan dan panti jompo. Tidak hanya mengundang pengurus ke Pemerintah Kota Kediri, tetapi pihaknya juga berkunjung ke Panti Asuhan dan Panti Jompo,” papar Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar,Sp.PD.
Sementara itu, sebelum mengunjungi panti jompo terlebih dahulu Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar,Sp.PD telah mengajak puluhan anak-anak yatim-piatu di Kota Kediri secara bergiliran berbelanja untuk persiapan hari raya. Anak-anak yatim-piatu saat itu di ajak berbelanja di Mall Matahari. “ Silakan pilih sendiri jenis dan ukuran baju atau sepatu sesuai selera dan ukuran masing-masing,” ucap Walikota Kediri.



Diberi kesempatan memilih, anak-anak yatim-piatu terlihat malu-malu. Namun, setelah Walikota Kediri kembali mengulangi tawarannya baru anak-anak yatim-piatu tersebut kemuadian baru memilih baju atau sepatu yang mereka suka. Ada yang memilih baju, celana, sandal dan sepatu. Walikota Kediri juga dengan sabarnya membantu ikut mencarikan ukuran baju dan sepatu untuk anak-anak yatim-piatu yang berbahagia saat itu. “Saya ingin membantu meringankan beban anak-anak yatim-piatu. Semoga dengan berbelanja mengajak anak-anak yatim-piatu bisa membahagiakan mereka. Di saat hari raya nanti mereka bisa memakai baju-baju baru. Mudah-mudahan mereka berbahagia saat hari raya Idul Fitri,” harap Walikota Kediri.



Walikota Kediri dr. H. Samsul Ashar,Sp.PD mengatakan, rencananya kegiatan tersebut akan dijadikan agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan. “Saya ingin mengajak anak-anak yatim-piatu di Kota Kediri berbelanja secara bergiliran. Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama anak yatim-piatu,” ujar Walikota Kediri.



Saat itu, puluhan anak yatim-piatu yang diajak berbelanja mengaku sangat senang. Mereka sangat menikmati berbelanja bersama dengan Walikota Kota Kediri yang peduli ikut meringankan beban dalam merayakan hari kemenangan Idul Fitri bersama anak yatim-piatu yang ada di Kota Kediri.